Perhitungan Gaji Bulanan
Hitung Gaji Bulananmu
Payroll Monthly membantu mencatat kehadiran setiap hari sekaligus menghitung perkiraan gaji berdasarkan data attendance dan aturan payroll yang sudah kamu atur.
Berbeda dengan pencatatan keuangan biasa, setiap data kehadiran yang kamu masukkan dapat memengaruhi perhitungan gaji. Mulai dari status masuk, keterlambatan, izin, ketidakhadiran, hingga lembur.
Dengan begitu, kamu tidak perlu menghitung ulang kehadiran dan gaji secara manual setiap periode.
Catat kondisi kehadiran setiap hari. Payroll Monthly akan menggunakan data tersebut untuk membantu menghitung gaji berdasarkan aturan yang sudah kamu atur.
Home
Home menjadi halaman utama untuk melihat perkembangan kehadiran dan informasi payroll.
Di sini kamu dapat melihat data attendance untuk bulan ini dan bulan sebelumnya.
Informasi tersebut membantu kamu melihat kondisi kehadiran tanpa harus membuka detail transaksi satu per satu.
Statistik
Statistik digunakan untuk melihat data attendance dengan lebih terperinci berdasarkan periode yang kamu pilih.
Pada bagian ini terdapat beberapa informasi yang membantu kamu memahami kondisi kehadiran.
Filter
Gunakan filter untuk menentukan periode data yang ingin dilihat.
Dengan memilih periode tertentu, kamu dapat melihat grafik dan detail attendance berdasarkan rentang waktu tersebut.
Grafik
Grafik memberikan gambaran visual mengenai data attendance pada periode yang dipilih.
Bagian ini memudahkan kamu melihat perkembangan kehadiran tanpa harus membaca seluruh transaksi satu per satu.
Detail Attendance
Jika membutuhkan informasi yang lebih rinci, Detail Attendance menampilkan catatan kehadiran yang sudah dimasukkan.
Ringkasan Attendance
Payroll Monthly juga menyediakan Ringkasan Attendance untuk melihat gambaran umum kondisi kehadiran dalam periode yang dipilih.
Dari sini kamu dapat melihat jumlah atau total kondisi seperti masuk, telat, lembur, dan kondisi attendance lainnya.
Insight Attendance
Insight Attendance memberikan gambaran tambahan berdasarkan data kehadiran yang sudah tercatat.
Jadi, Statistik bukan hanya digunakan untuk melihat angka, tetapi juga membantu memahami kondisi attendance selama periode tertentu.
Ringkasan
Pada workspace lain, Summary biasanya digunakan untuk merangkum data transaksi.
Namun pada Payroll Monthly, bagian Ringkasan memiliki fungsi yang berbeda. Bagian ini digunakan untuk menampilkan perhitungan gaji.
Gaji Periode Sebelumnya
Bagian paling atas menampilkan detail gaji dari periode sebelumnya yang sudah selesai.
Kamu dapat melihat periode gaji beserta hasil perhitungannya.
Tersedia juga tombol Export PNG untuk menyimpan hasil gaji periode sebelumnya dalam bentuk gambar.
Hasil gaji periode sebelumnya dapat diekspor sebagai PNG sehingga lebih mudah disimpan atau digunakan sebagai dokumentasi.
Perhitungan Gaji Bulan Ini
Di bawah gaji periode sebelumnya terdapat perhitungan gaji untuk periode bulan ini yang sedang berjalan.
Perhitungan tersebut mengikuti data attendance yang sudah dimasukkan selama periode berjalan dan aturan payroll yang digunakan.
Artinya, ketika data attendance bertambah atau terdapat kondisi tertentu seperti telat maupun lembur, hasil perhitungan gaji dapat ikut berubah.
Payroll Monthly menghubungkan data attendance dengan perhitungan gaji. Karena itu, pencatatan kehadiran setiap hari menjadi bagian penting untuk mendapatkan hasil perhitungan yang sesuai.
Setting
Sebelum menggunakan Payroll Monthly, aturan payroll perlu disiapkan terlebih dahulu.
Setting digunakan untuk menentukan bagaimana sistem menghitung gaji berdasarkan aturan yang berlaku.
Periode Gaji
Periode gaji merupakan bagian paling penting dalam pengaturan Payroll Monthly.
Di sini kamu menentukan masa berlaku dan masa aktif periode perhitungan gaji.
Pengaturan ini menjadi dasar kapan sebuah periode gaji dimulai, kapan berakhir, dan periode mana yang sedang digunakan untuk perhitungan.
Rule Gaji
Rule Gaji digunakan untuk menentukan gaji pokok yang menjadi dasar perhitungan payroll.
Rule Tambah
Rule Tambah digunakan untuk mengatur komponen yang menambah hasil perhitungan gaji.
Misalnya tunjangan, uang makan, transport, lembur, atau komponen tambahan lainnya sesuai kebutuhan payroll.
Rule Potong
Rule Potong digunakan untuk mengatur komponen yang mengurangi hasil perhitungan gaji.
Aturan ini dapat digunakan untuk berbagai jenis pemotongan sesuai dengan kebijakan payroll yang digunakan.
Rule Attendance
Rule Attendance digunakan untuk mengaktifkan aturan attendance yang digunakan dalam Payroll Monthly.
Aktifkan hanya jika perusahaan menggunakan aturan tersebut.
Ketika sebuah aturan attendance diaktifkan, kondisi tersebut akan tersedia pada bagian input attendance.
Kondisi attendance yang muncul saat input mengikuti rule yang sudah diaktifkan pada Setting. Jadi, cukup aktifkan aturan yang memang digunakan dalam sistem payroll.
Input Attendance
Input digunakan untuk mencatat kondisi kehadiran setiap hari.
Alurnya tetap sederhana dan bertahap seperti input pada workspace lainnya.
Pilih status terlebih dahulu, kemudian pilih shift jika diperlukan, lalu tambahkan kondisi yang terjadi pada hari tersebut.
Status Kehadiran
Status menunjukkan kondisi utama pada hari tersebut.
Masuk
Status Masuk digunakan untuk mencatat hari ketika karyawan bekerja.
Cuti
Status Cuti digunakan ketika karyawan sedang mengambil cuti.
Cuti tetap dihitung sebagai kondisi masuk dalam perhitungan attendance karena pada umumnya cuti merupakan ketidakhadiran yang telah mendapatkan izin.
Sakit
Status Sakit digunakan ketika karyawan tidak masuk karena sakit.
Sama seperti cuti, sakit tetap dihitung sebagai kondisi masuk sesuai aturan payroll karena ketidakhadiran tersebut memiliki alasan yang diperbolehkan.
Absen
Status Absen menunjukkan bahwa karyawan tidak masuk kerja tanpa kondisi yang dihitung sebagai kehadiran.
Status ini menjadi kondisi pemotongan karena hari kerja tersebut tidak dijalani.
Nantinya kondisi tersebut dapat memengaruhi perhitungan gaji sesuai Rule Potong yang digunakan.
Libur
Status Libur digunakan untuk mencatat hari libur, termasuk hari libur nasional.
Jika libur berada pada hari kerja, pada umumnya hari tersebut tetap dianggap sebagai hari yang dihitung masuk sesuai aturan payroll.
Lembur
Status Lembur digunakan untuk mencatat kondisi lembur harian.
Status ini menjadi kondisi penambahan dalam perhitungan gaji.
Tambahkan Kondisi
Selain status utama, Payroll Monthly dapat mencatat kondisi tambahan yang terjadi pada hari tersebut.
Kondisi yang tersedia mengikuti Rule Attendance yang sudah diaktifkan pada Setting.
Jika sebuah kondisi dicentang, kamu perlu mengisi nilai yang diperlukan sebelum transaksi dapat ditambahkan sebagai data attendance yang utuh.
Telat
Jika kondisi Telat diaktifkan dan terjadi keterlambatan, masukkan jumlah menit keterlambatan.
Izin Telat
Izin Telat digunakan ketika keterlambatan terjadi dengan izin.
Izin Pulang
Izin Pulang digunakan ketika karyawan perlu meninggalkan pekerjaan lebih awal sesuai kondisi yang berlaku.
Lembur Per Jam
Lembur pada bagian Tambahkan Kondisi memiliki fungsi yang berbeda dengan Lembur pada Status.
Lembur di sini digunakan untuk menghitung tambahan waktu kerja setelah waktu kerja normal.
Contohnya, jika waktu kerja normal selesai pukul 17.00 dan pekerjaan dilanjutkan sampai pukul 19.00, maka tambahan lemburnya adalah 2 jam.
Lembur pada Status = kondisi lembur harian.
Lembur pada Tambahkan Kondisi = tambahan jam kerja setelah waktu kerja normal.
Dari Attendance Menjadi Gaji
Payroll Monthly dibuat dengan alur yang saling terhubung:
Tentukan periode, gaji pokok, rule tambah, rule potong, dan aturan attendance yang digunakan.
Catat status dan kondisi kehadiran yang terjadi setiap hari.
Data attendance digunakan dalam perhitungan gaji pada Ringkasan Payroll Monthly.
Semakin konsisten data attendance dicatat, semakin mudah melihat perkembangan kehadiran dan hasil perhitungan gaji pada periode berjalan.